Ambon, 13 Januari 2026 — Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder, bersama Sesditjen Binalavotas Kementerian Ketenagakerjaan, Memey Meirita Handayani, S.E., M.M., melakukan kunjungan ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral Indonesia–Swiss dalam pengembangan sumber daya manusia sektor energi terbarukan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase 2, sebuah proyek kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss yang bertujuan memastikan tersedianya tenaga kerja terampil dan kompeten di bidang energi terbarukan, sesuai dengan kebutuhan industri nasional dan target transisi energi Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi meninjau secara langsung praktik baik pelaksanaan Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi Teknisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Operator Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang dilaksanakan di BPVP Ambon. Kegiatan ini dilakukan melalui diskusi dengan jajaran BPVP serta alumni pelatihan yang telah menyelesaikan program.
Duta Besar Swiss, Olivier Zehnder, menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia–Swiss melalui RESD mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung transisi energi yang adil dan inklusif.
“Swiss memiliki sejarah panjang dalam menggabungkan kebutuhan pendidikan dan industri, dan keahlian tersebut menjadi inti dari proyek RESD. Dengan bekerja sama erat dengan politeknik dan pusat pelatihan vokasi, seperti BPVP Ambon, serta industri energi terbarukan lokal, proyek ini memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki keahlian teknis yang dibutuhkan. Memasuki bidang energi terbarukan bukan hanya tentang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Olivier Zehnder.
Senada dengan hal tersebut, Sesditjen Binalavotas, Memey Meirita Handayani menegaskan komitmen kuat Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan bahwa sistem pelatihan vokasi nasional mampu merespons kebutuhan dunia kerja masa depan, termasuk di sektor energi terbarukan.
“Program RESD merupakan contoh konkret dari kolaborasi strategis. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Swiss atas dukungan dan kemitraan yang telah terjalin. BPVP Ambon menjadi salah satu contoh praktik baik bagaimana program ini dapat diimplementasikan secara efektif, inklusif, serta selaras dengan potensi dan kebutuhan daerah, termasuk di wilayah kepulauan dan kawasan timur Indonesia,” jelas Memey.
Melalui BPVP Ambon, RESD telah berkontribusi langsung dalam meningkatkan kapasitas tenaga kerja di sektor energi bersih, memberikan keterampilan praktis untuk memasang, mengoperasikan, dan memelihara pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Dampaknya tidak hanya mendukung target transisi energi nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi serta membuka peluang ekonomi lokal melalui pengembangan keterampilan vokasi energi terbarukan bagi 58 lulusan di Ambon, sekaligus menjadi contoh praktik baik pelatihan berbasis kompetensi di sektor energi bersih.
Dengan berlanjutnya RESD Fase 2, kolaborasi Indonesia–Swiss diharapkan semakin memperluas jangkauan pelatihan, meningkatkan partisipasi perempuan di sektor energi terbarukan, serta memastikan bahwa transisi menuju energi bersih turut menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
***
Dokumentasi kunjungan:









Tentang RESD
Renewable Energy Skills Development Project (RESD) merupakan kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia melalui BPSDM ESDM dan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs SECO yang bertujuan mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia dengan memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dalam merancang, merencanakan, memasang, mengoperasikan, dan memelihara pembangkit listrik energi terbarukan sesuai kebutuhan industri. Proyek ini membangun program pendidikan multidisipliner di tingkat perguruan tinggi dan di balai pelatihan vokasi dan produktivitas (BPVP) untuk membekali insinyur sipil, mesin, dan elektro serta lulusan SMA dan sederajat dengan pengetahuan relevan tentang energi terbarukan.
Pada Fase I (Desember 2020-Juli 2025), RESD mendampingi lima politeknik negeri (PEM Akamigas, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Ujung Pandang) mengembangkan kurikulum energi terbarukan, menyelenggarakan program studi inovatif Diploma 4 1-tahun Spesialisasi Energi Terbarukan, pengadaan peralatan laboratorium pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga air melalui hibah dari Pemerintah Swiss dan dana pendamping dari Pemerintah Indonesia. Hasilnya: penguatan kapasitas teknisi dan pedagogis bagi 135 dosen (26% perempuan) dan 450 lulusan Sarjana Terapan Teknik (15% perempuan) dengan spesialisasi energi terbarukan. Melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, proyek juga mengembangkan kurikulum modular untuk Teknisi PLTS dan Teknisi hybrid PLTS-Diesel, melatih 81 instruktur (25% perempuan) dari empat BPVP (Ambon, Banda Aceh, Lombok Timur, Ternate), yang kemudian meluluskan 368 teknisi PLTS yang kompeten (16% perempuan).
Untuk RESD Fase II, akan ada penambahan 9 mitra politeknik dan BPVP, yaitu PEP Bandung, POLMAN Bandung, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Elektronika Surabaya, Politeknik Negeri Samarinda, BBPVP Makassar, BPVP Padang, BPVP Samarinda, dan BPVP Surakarta. Sehingga, total lembaga pendidikan dan pelatihan yang didukung oleh RESD menjadi 19 lembaga. Selain itu, teknologi yang akan menjadi fokus akan bertambah, bukan saja mencakup PLTS dan PLTA namun juga teknologi penyimpanan energi (baterai). Di fase baru ini, proyek juga akan berfokus pada promosi program energi terbarukan kepada publik, termasuk pemutakhiran situs Renewable Energy Indonesia (https://renewableenergy.id) sebagai platform pembelajaran dan lowongan kerja, dengan fitur khusus peluang karier bagi perempuan. Program ini juga meningkatkan kesadaran publik melalui berbagai acara nasional dan kegiatan yang mempromosikan energi terbarukan dan menekankan pentingnya kesetaraan gender di sektor energi bersih.
RESD Fase I dan Fase II diimplementasi oleh GFA Consulting Group.
Kontak Media:
Moudy Alfiana
Component 3 Manager – Communication & Partnerships Moudy.Alfiana@GFA-group.de
